Forest Climate center
Indonesia
Forest Climate

Forest Climate Center dibentuk untuk menyediakan pemantauan dan verifikasi independen mekanisme paska-Kyoto yang akan berpotensi mengkonpensasi usaha dari negara-negara berkembang dalam mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Sekala bertujuan untuk membangun kapasitas dalam pemantauan, verifikasi dan pelaporan tentang perubahan penutupan lahan dan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

REDD Demonstrations Sites




Project Description Location Proponent
Keyword :

Downloadable REDD Project List - Indonesia (March 2012 Version)

Apa yang telah diputuskan dalam negoisasi UNFCCC mengenai inisiatif REDD+ , memberikan dampak kemitraan antar negara yang memiliki banyak hutan dengan negara maju, untuk Indonesia, hal ini  telah  diterjemahkan ke dalam kebijakan peraturan dan tindakan, yang mendukung pengembangan REDD + di negara Indonesia.

 

Indonesia merupakan rumah bagi banyak habitat darat yang begitu beragam dan unik. Indonesia, yang berbentuk negara kepulauan dengan hutan yang begitu luas, memiliki puluhan ribu spesies, banyak diantaranya endemik, atau baru-baru ini teridentifikasi. Ratusan komunitas budaya yang berbeda, menggantungkan hidupnya secara langsung dari sumber daya hutan. Beberapa tahun terakhir ini, penebangan liar, konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit maupun industri kayu, kebakaran hutan, serta pertambangan, jumlahnya melonjak di seluruh Indonesia.

 

Keberhasilan pelaksanaan program nasional, yang menyediakan keuangan insentif untuk menghindari deforestasi, membutuhkan keakuratan dan informasi terkini, mengenai perubahan tutupan hutan. Secara khusus, pembentukan REDD+ memerlukan pengembangan metodologi, sebagai baseline dan estimasi stok karbon, serta sistem yang komprehensif untuk pemantauan, pelaporan, dan verifikasi.

Pengembangan Inisiatif REDD+ tidak dapat dilepaskan dari perumusan kerangka kerja nasional , yang mendukung kegiatan strategi tata kelola yang terkait dengan tingkat  emisi nasional (Reference Emission Level / REL) dan MRV, pengembangan strategi REDD secara keseluruhan, akses ke pasar karbon, pilihan pendanaan, partisipasi masyarakat adat, penilaian biaya pembangunan ekonomi, dan distribusi pembayaran.

Pemantauan oleh Masyarakat

Laporan langsung dari masyarakat yang mengambil gambar dan posisi GPS. Klik di bawah ini untuk melihat semua gambar dan letaknya di atas peta.

Hutan Gambut di Dusun Pesayah (1)
Sungai Seriang di dekat Sungai Agum
Pulau Hantu
Pembangunan Tempat Tinggal
Sungai Malau

Hutan Gambut di Dusun Pesayah (1)

Sungai Seriang di dekat Sungai Agum

Pulau Hantu

Pembangunan Tempat Tinggal

Sungai Malau

Dokumen Terbaru